Kamis, 30 Mei 2013

SISTEM EKONOMI


SISTEM EKONOMI
Sistem Ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk mencapai suatu kemakmuran didalam negara tersebut.
KEBUTUHAN MANUSIA
Kebutuhan hidup manusia yang kian tahun semakin meningkat dan beraneka ragam tidak diiringi dengan alat pemuas kebutuhan yang sangat terbatas. Hal inilah yang menjadi inti masalah ekonomi.terbatas. Kebutuhan senantiasa menampakkan dirinya sebagai suatu perasaan kekurangan yang menimbulkan keinginan untuk dipenuhi. Kita dapat menggolongkan kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut :
 Kebutuhan menurut intensitasnya
Kebutuhan ini ini dipandang dari urgensinya atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan, kebutuhan ini dikelompokan menjadi 3 (tiga)::kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier.



Kebutuhan menurut menurut waktu.
Kebutuhan ini dipandang menurut waktu sekarang dan waktu masa yang akan datang. Kebutuhan sekarang contohnya makanan disaat kita lapar dan kebutuhan masa depan contohnya tabungan hari tua

Kebutuhan menurut wujudnya
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan material , yaitu kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat. Contohnya : buku,sepeda, televisi

Kebutuhan menurut sifatnya.
Kebutuhan ini dibedakan menurut dampak atau pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani, Kebutuhan jasmani, contohnya makanan, pakaian, dan tempat tinggal dan kebutuhan rohani contohnya musik, menonton bola dan ibadah

Kebutuhan menurut subyeknya
Kebutuhan ini dibedakan menurut pihak -pihak yang membutuhkan .Kebutuhan ini meliputi kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan, misalnya kebutuhan dokter berbeda dengan kebutuhan seorang petani .Dan kebutuhan masyarakat disebut juga kebutuhan bersama ,misalnya ; telepon umum ,jalan raya ,rasa aman

BARANG DAN JASA
Barang adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat atau sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifat abstrak .
Barang dibedakan menjadi 4 (empat) macam:
Berdasarkan cara memperolehnya
1) Barang ekonomi adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan
Contoh: makanan, pakaian, air bersih, rumah, dan bahan bakar
a) Barang ekonomi berwujud yang disebut benda
Contoh: makanan, mobil, dan rumah
b) Barang ekonomi tak berwujud yang disebut jasa
Contoh: jasa guru, dokter, montir mobil, dan hiburan

2) Barang bebas adalah barang yang jumlahnya cukup banyak dan melebihi kebutuhan manusia
Contoh: air laut, sinar matahari, dan udara

3) Barang illith adalah barang yang jumlahnya berlebihan sehingga menimbulkan bencana/kerugian
Contoh: banjir, kebakaran, dan topan


Berdasarkan kegunaannya
1) Barang subsitusi adalah barang pengganti, artinya barang yang fungsinya menggantikan barang lain
Contoh : kayu bakar pengganti minyak tanah, jagung pengganti ketela pohon

2) Barang komplementer adalah barang pelengkap, artinya barang yang fungsinya untuk melengkapi barang lain.
Contoh: tinta dengan bolpoin, bensin dengan sepeda motor, gula dengan kopi

Berdasarkan jaminannya
1) Barang tetap/tidak bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka panjang
Contoh: tanah, rumah, dan gedung
2) Barang bergerak adalah barang yang dapat digunakan untuk jaminan kredit jangka pendek.
Contoh: perhiasan, TV, dan sepeda motor.

Berdasarkan proses produksinya
1) Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi
Contoh : kapas, kayu, getah, dan karet
2) Barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tetapi belum memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
Contoh: kapas menjadi benang, kayu menjadi papan
3) Barang jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi dan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
Contoh : kain, perabot rumah tangga


B. MASALAH-MASALAH EKONOMI
Pokok masalah ekonomi terdiri atas 3 (tiga) , yaitu:
-PRODUKSI, yaitu masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
-DISTRIBUSI, yaitu kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
-KONSUMSI, yaitu kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda. Pokok masalah diatas pada masa sekarang diperluas menjadi apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi .
- Apa dan Berapa (What).
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?
-Bagaimana (How).
Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang digunakan?
-Untuk siapa.
Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati? 
Read More >>

Bab 1. Pengertian Sistem ekonomi


 Pengertian Sistem ekonomi
Istilah “sistem” berasal dari perkataan “systema” (bahasa Yunani), yang dapat diartikan sebagai: keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian. Pada dasarnya sebuah sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu (Dumairy, 1996: 28). Suatu sistem muncul karena adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan manusia yang sangat bervariasi akan memunculkan sistem yang berbeda-beda. Kebutuhan manusia yang bersifat dasar (pangan, pakaian, papan) akan memunculkan suatu sistem ekonomi
Dalam arti Sistem Sistem ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling behubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dan identitas tersendiri.
Sistem Ekonomi terbagi menjadi 4 macam yaitu :
1.      Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang dilakukan secara turun-temurun
2.      Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah.
3.      Sistem Ekonomi Bebas/Liberal Sistem ekonomi liberal disebut juga ekonomi pasar, yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing.
4.      Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar.
Read More >>

Rabu, 09 Januari 2013

Disorientasi 3


Tradisionalitas, bagaimanapun memiliki kelemahan. Semisal pada figurisasi. Acapkali seseorang berproses di suatu organisasi karena figur tertentu yang membuat dirinya bertahan di organisasi tersebut. Namun bagaimana jadinya bila figur itu kelak tidak ada atau tidak lagi bisa memfigurkan diri? Karena dalam organisasi, figur tidaklah abadi, pasti kelak eranya bisa habis. Dampaknya ialah seseorang tersebut merasa kehilangan seorang figur, sehingga ia kehilangan “pegangan” dalam organisasi. Contoh lain juga pada ikatan emosional. Ketika seseorang merasa nyaman dalam organisasi, maka ia akan perjuangkan betul organisasi. Namun keadaan berbalik ketika ia merasa kecewa pada suatu organisasi, maka bukan tidak mungkin ia meninggalkan organisasinya. Rasa sakit pada sisi emosional ini merupakan luka psikis, yang mana tidak mudah dan tidak cepat pula untuk bisa menyembuhkannya. Dalam hal ini penulis bukan berarti menolak segala bentuk tradisionalitas. Akan tetapi jika kita memandang suatu organisasi, tidak dapat dipungkiri kecenderungan terbesar ada di rasionalitas. Ferdinand Tonnies mengklasifikasikan masyarakat menjadi dua, yakni Gemeinschaft dan Gesselschaft. Istilah lain dari Gemeinschaft ialah paguyuban, yang memiliki pengertian suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Contohnya ikatan tetangga, keluarga, marga, dan lain sebagainya. Sedangkan Gesselschaft istilah lainnya ialah patembayan, yang memiliki pengertian suatu bentuk ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek, bersifat sebagai bentuk dalam fikitan belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. Contohnya hubungan perdagangan, perusahaan, organisasi, dan lain sebagainya. Sisi rasionalitas organisasi, orientasi kepentingan, ikatan lahir, dan strukturalistik dalam organisasi ternyata membuat organisasi masuk pada kategori Gesselschaft. Dapat disimpulkan organisasi adalah masyarakat yang memiliki kecenderungan rasionalitas. Lain halnya dengan Gemeinschaft yang memiliki kecenderungan tradisionalitas.
Selain pada kecenderungan tradisionalitas seseorang, menurut penulis disorientasi ini juga disebabkan oleh tidak sadarnya seseorang terhadap tujuan organisasi. Simpelnya, bayangkan jika ada sebuah bis pariwisata yang berisi supir yang membawa seratus penumpang. Namun baik supir maupun penumpang tersebut tidak tahu hendak kemana tujuan wisata bis pariwisata tersebut. Apakah ke gunung, pantai, kota, ataupun desa. Yang terjadi ialah sebuah kebingungan, dan kebingungan membawa kesesatan.
Dampak dari disorientasi ini akan berimbas kepada organisasi dan individu yang bersangkutan. Bagi organisasi, hal ini akan menyebabkan tujuan organisasi tersebut dimungkinkan tidak tercapai. Bagi individunya, hal ini akan menyebabkan dimungkinkan tidak tercapainya kepentingan individu tersebut.
Atas dasar uraian di atas , ada beberapa alasan untuk mepelajari organisasi secara formal :
1.      Organisasi adalah suatu bagian dasar keberadaan kita,yang mencangkup seluruh aspek masyarakat sekarang. Kompleksitas kehidupan moderen mebuat kita semua tergantung pada berbagai organisasi. Tidak menjadi persoalan dari mana  kita memandang organisasi,kita adalah objek dan subjek pengaruhnya.ini sendiri merupakan justifikasi usaha kita untuk mempelajari organisasi.
2.      Dengan mempelajari organisasi kita dapat secara lebih baik mengembangkan pemahaman kita terhadapat bebagai organisasi beroperasi dan banyak cara dengan mana organisasi dapat dirancang atau disusun.pengetahuan tentang hal ini tentu saja sangat di perlukan bila kita akan menghadapi tantangan perancangan organisasi yang sedang berkembang.
3.      Studi organisasi mempunyai nilai praktis yang sangat besar baik untuk para manajer sekrang maupun masa depan. Pengetahuan tentang bagaiman organisasi befungsi meningkatkan kemampuan kita untuk mengantipasi berbagai masalsah yang mungkin kita hadapi dalam pekerjaan dan pada saat yang sama,meperbesar probalitas keberhasilan kita dalam situasi tersebut
4.      Bagi semua pembaca,baik yang masih berkecimpung dalam penidikan, maupun yan g brkecipung dalam dunia bisnis,pemerintah ,atau pelayanan kesehatan, studi mengenai organisasi fomal memberikan kesempatan penting tuk mempelajari keterampilan –keterampilan tertentu yang akan terbukti sebgai suplemen vital pada pengalaman yang akan di peroleh dari praktek


DEFINISI ORGANISASI (PERUSAHAAN)
Organisasi sering di artikan sebagai kelompok orang yang secara bersama sama ingin mencapai  suatu tujuan yang sama.organisasi mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu.ernest dale meliputi penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan-hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kelompok kerja . jadi, organisasi juga merupakan kumpulan dari peranan, hubungan dan tanggung jawab yang jelas dan tetep, paling tidak dalam waktu jangka yang pendek. Organisasi di susun tidak hanya mengatur orang-orangnya,tetapi juga membentuk dan modifikasi sruktur dimana di dalamnnya tersusun tugas orang-orang tersebut. Di sini berarti harus ada pembagian peranan untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama- sama. Cyril soffer memberi definisi  organisasi yang memperjelas masalh tersebut : organisasi adalah perserikatan orang-orang  yang masing-masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas tugas, di bagikan di antara pemegang peranan dan kemudian digabung ke dalam beberapa bentuk hasil (organisasi sebagian suatu sistem peranan).
Read More >>

Disorientasi 2


Manusia yang memiliki orientasi masa lalu [kembali berorientasi masa lalu], adalah mereka yang telah purna tugas. Mereka adalah para pensiunan sipil dan militer; pahlawan dan veteran perang; dan pada umumnya telah menjadi opa-oma atau kakek-nenek. Mereka selalu bercerita tentang pengalaman dan kenangan masa lalu [misalnya, ketika revolusi, keberhasilan masa muda]; semuanya itu sekaligus sebagai suatu kebanggaan, yang menurutnya harus ditiru oleh anak cucu.
Pada sikon seperti itu, maka mudah dimengerti jika ada oma-opa yang [terus menerus] bercerita tentang semua pengalaman masa lalunya; meskipun anak-cucu atau orang-orang di sekitarnya sudah ratusan kali mendengarnya. Dan ketika, suara atau cerita tersebut tidak ada yang mendengar [karena membosankan], maka akan muncul kekecewaan dan stress, kemudian menganggap bahwa sudah tidak ada yang mau mendengarnya, tak diperhatikan, diremehkan, dan lain-lain.
Manusia yang memiliki orientasi masa kini, adalah orang-orang yang yang berada dalam sikon kekinian; mereka sangat nyaman dengan kondisi dirinya; mereka berada di dan dalam rentang waktu masa kini dan lokasi tertentu dengan semua aspek yang bertalian di dalamnya.
Secara negatif, manusia yang hanya berorientasi masa kinai, tak peduli pada hari depan hidup dan kehidupannya; yang penting sekarang bukan besok. Mereka adalah orang-orang yang pada hari ini berhasil dan untung; namun keuntungan itu tidak tertata atau diatur, sehingga besok, menjadi kekurangan atau tidak memiliki apa-apa. Pada sikon itu, ia hanya bertahan hidup karena ada makanan-minuman, dan tidur pada hari ini; tidak memikirkan hari esok; tetapi ketika besok tiba, ia harus mencari lagi dengan berbagai bentuk kegiatan [yang biasanya melanggar hukum, norma]. Orientasi seperti itu, biasanya ada pada diri preman, penjahat, dan para kriminalis lainnya. Sehingga apa yang didapat [saat ini, misalnya karena hasil kejahatan], akan habis dan dihabiskan dalam tempo singkat.
Secara positip, mereka yang berorientasi masa kini, adalah orang-orang yang mampu beradaptasi dengan lingkungan atau sikon hidup dan kehidupan kekinian; ia bisa [bertahan] hidup di manapun ia berada. Pada sikon itu pun, ia selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya. Ia selalu mengikuti dan berusaha menjadi bagian dari perkembangan sosial-kultural-politik. Tampilan dirinya selalu atau cenderung trendy dan mengikuti zaman; selalu menjaga gaya hidup dan kehidupan, meskipun untuk semuanya itu, ia harus mengeluarkan biaya tinggi.
Manusia yang memiliki orientasi masa depan. Ada dua kategori masa depan, yaitu 1 masa depan yang masih terbatas pada dimensi, misalnya ruang dan waktu; dan 2 masa depan eskhatologis, suatu sikon setelah hidup dan kehidupan sekarang [yang masih terkurung dan di batasi oleh dimensi].
Masa depan yang masih di batasi dimensi, waktu akan datang, tetapi masih ada di dunia; hal-hal itu berupa cita-cita, pekerjaan setelah studi, membangun keluarga, kesuksesan hidup, dan seterusnya. Mereka adalah pribadi yang selalu ingat TUHAN, apresiatip pada HAM dan lingkungan hidup. Untuk mencapai masa depan cerah dan gilang-gemilang, biasanya seseorang akan melakukan banyak hal yang baik dan benar dalam hidup dan kehidupan kekiniannya.
Sedangkan, masa depan eskhatologis, biasanya sesuai dengan ajaran Agama-agama; misalnya keamanan dan hidup kekal di Surga. Untuk mencapai masa depan eskhatologis, seseorang harus memiliki kasih, iman, dan pengharapan; tampilan dan keberadaan diri taat dan setia kepada TUHAN Allah; sekaligus menunjukkan pelayanan dan kesaksian sebagai umat beragama yang bertanggung jawab kepada TUHAN dan manusia. Mereka selalu optimis ketika menghadapi segala bentuk pergumulan hidup dan kehidupan, dengan suatu keyakinan bahwa TUHAN Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan baginya.
Manusia yang memiliki orientasi masa depan adalah orang-orang [pada sikon kekinian] belajar dari pengalaman [masa lalu], kemudian menata diri untuk menjangkau, meraih, dan memasuki masa depan. Mereka memiliki perencanaan yang baik, sehingga sekalipun dalam [memiliki banyak] keterbatasan, tetapi belajar dan berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya secara positip dan optimis. Mereka adalah orang-orang yang tangannya terlalu ringan untuk membantu sesamanya. Dalam rangka merubah sikon masyarakat, orang-orang ini, melakukan sesuatu yang dampaknya dirasakan oleh generasi sekarang maupun akan datang. Dengan upaya itu, mereka mampu merubah diri sendiri dan masyarakat.
Orientasi dan disorientasi saling terkait dan tak bisa dipisahkan. Perubahan-perubahan sosial, kultural, politik, ekonomi, adanya penyakit dan gangguan psikologis tertentu, termasuk tekanan-tekanan dan hambatan yang didapat [terhadap] seseorang di lingkungan pekerjaan, rumah tangga, pergaulan sosial, dan sebagainya dapat membuat perubahan orientasi atau bahkan disorientasi.
Disorientasi dapat terjadi pada siapapun, ia tidak mengenal SARA, gender, umur, dan kelas maupun tingkat sosial. Namun kondisi, kesadaran, kekuatan diri masing-masing orang mengalami gejala [penyebab] disorientasi berbeda-beda; sehingga ada yang muncul sebagai pemenang, namun tidak sedikit terjerumus dalam disorientasi. Pada umumnya, disorientasi terjadi atau pada,
Orang-orang yang kepribadiannya rapuh, lemah, dan tidak dewasa psikologis atau adanya keterlambatan perkembangan psikologis, mudah terkena depresi, frustrasi, dan stres akibat tekanan-tekanan tertentu yang datang dari luar dirinya. Mereka tidak kuat atau tak mampu menghadapi ataupun menemukan jalan keluar dari permasalahan dan problem hidup dan kehidupannya. Sehingga mengalami gangguan jiwa akut, tidak terobati, dan tak mengalami perawatan. Mereka termasuk para penderita berbagai penyakit terminal [misalnya cacad tetap, AIDS, kanker, dan lain-lain], yang tipis harapan hidup dan sembuh; ataupun ketidakadaan biaya untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit yang diderita, kemudian berakhir dengan bunuh diri.
Mereka, bisa saja, adalah orang dewasa yang dulunya [ketika masih anak-anak dalam keluarga] adalah anak-anak manja dan dimanjakan. Misalnya, anak tunggal, bungsu, atau mereka yang mengalami kelebihan perhatian dan perlindungan dari orang tuanya; ataupun anak-anak korban kekerasan dalam rumah tangga; serta mereka yang ditelantarkan oleh orang tuannya.

Anak-anak jalanan dan terlantar, kaum miskin kota dan desa; harapan masa depannya menjadi sirna akibat sikonnya yang tidak memungkinkan ia mengubah dirinya kearah lebih baik.
Anak-anak muda yang bertumbuh dalam keluarga yang sangat kaya; semua kebutuhan dan keinginannya mudah terpenuhi; tanpa pendidikan tinggi ataupun bekerja keras, mereka dapat hidup [bahkan bisa meninggalkan warisan untuk anak cucu]. Model ini, memunculkan anak-anak muda yang terjerumus pada gaya hidup hedonis dan penggunaan obat-obat terlarang.
Orang-orang yang tak berpendidikan karena kemiskinan. Akibatnya, mereka tidak mampu bersaing dalam masyarakat; anak-anak terlantar; para yatim-piatu yang ditelantar oleh sanak familinya, dan lain-lain.
Orang-orang yang kalah bersaing ataupun terhambat jenjang karier dan pangkat [di institusi pemerintahan, politik, dan militer] akibat sentimen SARA, perbedaan ideologi, ketidaksamaan aliran politik, dan lain-lain.
Orang-orang yang pemahaman agamanya sempit; mereka tadinya, mungkin memiliki orientasi untuk sekedar bertahan hidup, namun ketika mendapat masukan-masukan keagamaan yang fanatik akan mudah berubah menjadi disorientasi. Pada sikon itu, ia mudah menjadi seorang yang anti agama, bersifat sentimen SARA, bahkan menjadi teroris dan bagian dari terorisme.
Bisa juga terjadi pada diri para pensiunan alamiah ataupun pensiun paksaan atau terpaksa akibat pemutusan hubungan kerja.
Lantas bagaimana mungkin ada perasaan keterpaksaan dari seseorang ketika berproses dalam organisasi? Padahal pada asasnya organisasi sangat membantu bagi seseorang yang hendak mewujudkan kepentingannya. Analisis saya, keadaan seseorang yang demikian disebabkan karena adanya disorientasi organisasi. Yaitu adanya ketidaksamaan antara kepentingan individu dengan kepentingan organisasi.
Pada suatu kasus, ada saja seseorang yang “salah kamar”. Yaitu minat seseorang itu ternyata tidak sama dengan tujuan organisasi. Tujuan organisasi tersebut memang tidak dapat mengakomodir minat seseorang itu. Semisal ada orang yang memiliki minat pada bidang seni musik. Lalu ia memasuki organisasi di bidang pecinta alam. Harapannya untuk dapat mengembangkan diri dalam seni musik kemungkinan akan sirna di organisasi tersebut, karena memang organisasi tersebut tidak bergerak di bidang seni musik. Jika seseorang tersebut diteruskan berproses disana, maka yang ada ialah kekecewaan yang akhirnya akan menjalani organisasi dengan rasa terpaksa.
Disorientasi ini juga disebabkan oleh suatu hal. Menurut Firmanzah, ada dua karakteristik pemilih, yakni rasionalitas dan tradisionalitas. Rasionalitas menurutnya ialah tipe pemilih yang mengedepankan hal-hal yang dapat diukur, dipertanggungjawabkan, dibuktikan secara empiris dan logis. Semakin kalkutatif dan memaksimalisasi kepentingannya, semakin rasional pula individu tersebut. Sedangkan tradisionalitas ialah tipe pemilih yang mengedepankan hal-hal seperti figurisme, kultus, ikatan emosional, mitos, simbol, dan takhayul. Tradisionalitas sangat berkebalikan dengan rasionalitas. Tapi bukan berarti dua ciri ini merupakan pilihan yang mutlak. Artinya tidak ada yang seratur persen rasionalis dan begitu pula dengan tradisionalis, yang ada hanya kecenderungan. Kaitannya dengan permasalahan ini, menurut penulis perasaan keterpaksaan dari seseorang ketika berproses dalam organisasi disebabkan terlalu besarnya kecenderungan tradisionalitas seseorang.
Read More >>

Selasa, 20 November 2012

Disorientasi Pilihan Ganda


PILIHAN GANDA…………..!
1.      Apa yang dimaksud dengan Disorientasi?.......
A.      tujuan dan bertindak sesuai tujuan tersebut yang hendak dicapai oleh seseorang, kelompok, serta kelompok atau organisasi.
B.      kehilangan orientasi.
C.      suatu bagian dasar keberadaan kita,yang mencangkup seluruh aspek masyarakat sekarang.
D.     Organisasi sering di artikan sebagai kelompok orang yang secara bersama sama ingin mencapai  suatu tujuan yang sama.
E.      perserikatan orang-orang  yang masing-masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas tugas.

2.      Pengetahuan tentang bagaiman organisasi befungsi sebagai?
A.      nilai praktis yang sangat besar
B.      mencapai  suatu tujuan yang sama
C.      mencapai  suatu tujuan yang sama
D.     mencapai  suatu tujuan yang sama
E.      meningkatkan kemampuan

3.      Apa yang dimaksud dengan Organisasi?.......
A.      A . Tujuan dan bertindak sesuai tujuan tersebut yang hendak di capai seseorang, kelompok, serta kelompok organisasi.
B.      Perserikatan orang-orang  yang masing masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dalam mena pekerjaan itu di perinci menjadi tugas.
C.      kehilangan orientasi.
D.     suatu bagian dasar keberadaan kita,yang mencangkup seluruh aspek masyarakat sekarang.
E.      Organisasi sering di artikan sebagai kelompok orang yang secara bersama sama ingin mencapai  suatu tujuan yang sama.

Read More >>

disorientasi Essay


ESAAY…………!

1.      disorientasi adalah kehilangan orientasi. Disorientasi merupakan penyimpangan dari misi dan visi semula; penyimpangan yang terus menerus terjadi, dan tidak pernah ataupun sulit untuk diperbaiki, ataupun berusaha agar menjadi normal.

2.      DEFINISI ORGANISASI (PERUSAHAAN)
Organisasi sering di artikan sebagai kelompok orang yang secara bersama sama ingin mencapai  suatu tujuan yang sama.organisasi mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu.ernest dale meliputi penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan-hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kelompok kerja.

3.      Atas dasar uraian di individu organisasi, ada beberapa alasan untuk mepelajari organisasi secara formal :
a)      Organisasi adalah suatu bagian dasar keberadaan kita,yang mencangkup seluruh aspek masyarakat sekarang. Kompleksitas kehidupan moderen mebuat kita semua tergantung pada berbagai organisasi. Tidak menjadi persoalan dari mana  kita memandang organisasi,kita adalah objek dan subjek pengaruhnya.ini sendiri merupakan justifikasi usaha kita untuk mempelajari organisasi.
b)      Dengan mempelajari organisasi kita dapat secara lebih baik mengembangkan pemahaman kita terhadapat bebagai organisasi beroperasi dan banyak cara dengan mana organisasi dapat dirancang atau disusun.pengetahuan tentang hal ini tentu saja sangat di perlukan bila kita akan menghadapi tantangan perancangan organisasi yang sedang berkembang.
c)      Studi organisasi mempunyai nilai praktis yang sangat besar baik untuk para manajer sekrang maupun masa depan. Pengetahuan tentang bagaiman organisasi befungsi meningkatkan kemampuan kita untuk mengantipasi berbagai masalsah yang mungkin kita hadapi dalam pekerjaan dan pada saat yang sama,meperbesar probalitas keberhasilan kita dalam situasi tersebut.
d)      Bagi semua pembaca,baik yang masih berkecimpung dalam penidikan, maupun yan g brkecipung dalam dunia bisnis,pemerintah ,atau pelayanan kesehatan, studi mengenai organisasi fomal memberikan kesempatan penting tuk mempelajari keterampilan –keterampilan tertentu yang akan terbukti sebgai suplemen vital pada pengalaman yang akan di peroleh dari praktek.

Read More >>

Senin, 12 November 2012

DISORIENTASI 1


DISORIENTASI
Lantas bagaimana mungkin ada perasaan keterpaksaan dari seseorang ketika berproses dalam organisasi? Padahal pada asasnya organisasi sangat membantu bagi seseorang yang hendak mewujudkan kepentingannya. Analisis saya, keadaan seseorang yang demikian disebabkan karena adanya disorientasi organisasi. Yaitu adanya ketidaksamaan antara kepentingan individu dengan kepentingan organisasi.
Pada suatu kasus, ada saja seseorang yang “salah kamar”. Yaitu minat seseorang itu ternyata tidak sama dengan tujuan organisasi. Tujuan organisasi tersebut memang tidak dapat mengakomodir minat seseorang itu. Semisal ada orang yang memiliki minat pada bidang seni musik. Lalu ia memasuki organisasi di bidang pecinta alam. Harapannya untuk dapat mengembangkan diri dalam seni musik kemungkinan akan sirna di organisasi tersebut, karena memang organisasi tersebut tidak bergerak di bidang seni musik. Jika seseorang tersebut diteruskan berproses disana, maka yang ada ialah kekecewaan yang akhirnya akan menjalani organisasi dengan rasa terpaksa.
Disorientasi ini juga disebabkan oleh suatu hal. Menurut Firmanzah, ada dua karakteristik pemilih, yakni rasionalitas dan tradisionalitas. Rasionalitas menurutnya ialah tipe pemilih yang mengedepankan hal-hal yang dapat diukur, dipertanggungjawabkan, dibuktikan secara empiris dan logis. Semakin kalkutatif dan memaksimalisasi kepentingannya, semakin rasional pula individu tersebut. Sedangkan tradisionalitas ialah tipe pemilih yang mengedepankan hal-hal seperti figurisme, kultus, ikatan emosional, mitos, simbol, dan takhayul. Tradisionalitas sangat berkebalikan dengan rasionalitas. Tapi bukan berarti dua ciri ini merupakan pilihan yang mutlak. Artinya tidak ada yang seratur persen rasionalis dan begitu pula dengan tradisionalis, yang ada hanya kecenderungan. Kaitannya dengan permasalahan ini, menurut penulis perasaan keterpaksaan dari seseorang ketika berproses dalam organisasi disebabkan terlalu besarnya kecenderungan tradisionalitas seseorang.
Tradisionalitas, bagaimanapun memiliki kelemahan. Semisal pada figurisasi. Acapkali seseorang berproses di suatu organisasi karena figur tertentu yang membuat dirinya bertahan di organisasi tersebut. Namun bagaimana jadinya bila figur itu kelak tidak ada atau tidak lagi bisa memfigurkan diri? Karena dalam organisasi, figur tidaklah abadi, pasti kelak eranya bisa habis. Dampaknya ialah seseorang tersebut merasa kehilangan seorang figur, sehingga ia kehilangan “pegangan” dalam organisasi. Contoh lain juga pada ikatan emosional. Ketika seseorang merasa nyaman dalam organisasi, maka ia akan perjuangkan betul organisasi. Namun keadaan berbalik ketika ia merasa kecewa pada suatu organisasi, maka bukan tidak mungkin ia meninggalkan organisasinya. Rasa sakit pada sisi emosional ini merupakan luka psikis, yang mana tidak mudah dan tidak cepat pula untuk bisa menyembuhkannya. Dalam hal ini penulis bukan berarti menolak segala bentuk tradisionalitas. Akan tetapi jika kita memandang suatu organisasi, tidak dapat dipungkiri kecenderungan terbesar ada di rasionalitas. Ferdinand Tonnies mengklasifikasikan masyarakat menjadi dua, yakni Gemeinschaft dan Gesselschaft. Istilah lain dari Gemeinschaft ialah paguyuban, yang memiliki pengertian suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Contohnya ikatan tetangga, keluarga, marga, dan lain sebagainya. Sedangkan Gesselschaft istilah lainnya ialah patembayan, yang memiliki pengertian suatu bentuk ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek, bersifat sebagai bentuk dalam fikitan belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. Contohnya hubungan perdagangan, perusahaan, organisasi, dan lain sebagainya. Sisi rasionalitas organisasi, orientasi kepentingan, ikatan lahir, dan strukturalistik dalam organisasi ternyata membuat organisasi masuk pada kategori Gesselschaft. Dapat disimpulkan organisasi adalah masyarakat yang memiliki kecenderungan rasionalitas. Lain halnya dengan Gemeinschaft yang memiliki kecenderungan tradisionalitas.
Selain pada kecenderungan tradisionalitas seseorang, menurut penulis disorientasi ini juga disebabkan oleh tidak sadarnya seseorang terhadap tujuan organisasi. Simpelnya, bayangkan jika ada sebuah bis pariwisata yang berisi supir yang membawa seratus penumpang. Namun baik supir maupun penumpang tersebut tidak tahu hendak kemana tujuan wisata bis pariwisata tersebut. Apakah ke gunung, pantai, kota, ataupun desa. Yang terjadi ialah sebuah kebingungan, dan kebingungan membawa kesesatan.
Dampak dari disorientasi ini akan berimbas kepada organisasi dan individu yang bersangkutan. Bagi organisasi, hal ini akan menyebabkan tujuan organisasi tersebut dimungkinkan tidak tercapai. Bagi individunya, hal ini akan menyebabkan dimungkinkan tidak tercapainya kepentingan individu tersebut.
Atas dasar uraian di atas , ada beberapa alasan untuk mepelajari organisasi secara formal :
1.    Organisasi adalah suatu bagian dasar keberadaan kita,yang mencangkup seluruh aspek masyarakat sekarang. Kompleksitas kehidupan moderen mebuat kita semua tergantung pada berbagai organisasi. Tidak menjadi persoalan dari mana  kita memandang organisasi,kita adalah objek dan subjek pengaruhnya.ini sendiri merupakan justifikasi usaha kita untuk mempelajari organisasi.
2.    Dengan mempelajari organisasi kita dapat secara lebih baik mengembangkan pemahaman kita terhadapat bebagai organisasi beroperasi dan banyak cara dengan mana organisasi dapat dirancang atau disusun.pengetahuan tentang hal ini tentu saja sangat di perlukan bila kita akan menghadapi tantangan perancangan organisasi yang sedang berkembang.
3.    Studi organisasi mempunyai nilai praktis yang sangat besar baik untuk para manajer sekrang maupun masa depan. Pengetahuan tentang bagaiman organisasi befungsi meningkatkan kemampuan kita untuk mengantipasi berbagai masalsah yang mungkin kita hadapi dalam pekerjaan dan pada saat yang sama,meperbesar probalitas keberhasilan kita dalam situasi tersebut
4.    Bagi semua pembaca,baik yang masih berkecimpung dalam penidikan, maupun yan g brkecipung dalam dunia bisnis,pemerintah ,atau pelayanan kesehatan, studi mengenai organisasi fomal memberikan kesempatan penting tuk mempelajari keterampilan –keterampilan tertentu yang akan terbukti sebgai suplemen vital pada pengalaman yang akan di peroleh dari praktek.


DEFINISI ORGANISASI (PERUSAHAAN)
Organisasi sering di artikan sebagai kelompok orang yang secara bersama sama ingin mencapai  suatu tujuan yang sama.organisasi mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu.ernest dale meliputi penyusunan, pengembangan dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan-hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kelompok kerja . jadi, organisasi juga merupakan kumpulan dari peranan, hubungan dan tanggung jawab yang jelas dan tetep, paling tidak dalam waktu jangka yang pendek. Organisasi di susun tidak hanya mengatur orang-orangnya,tetapi juga membentuk dan modifikasi sruktur dimana di dalamnnya tersusun tugas orang-orang tersebut. Di sini berarti harus ada pembagian peranan untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama- sama. Cyril soffer memberi definisi  organisasi yang memperjelas masalh tersebut : organisasi adalah perserikatan orang-orang  yang masing-masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas tugas, di bagikan di antara pemegang peranan dan kemudian digabung ke dalam beberapa bentuk hasil (organisasi sebagian suatu sistem peranan).
Read More >>