Kamis, 30 Mei 2013

KREATIVITAS DAN INOVASI


KREATIVITAS DAN INOVASI
KREATIVITAS, INOVASI DAN KEWIRAUSAHAANKreativitasKreativitas merupakan memikirkan sesuatu,kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbedadengan apa yang telah ada sebelumnya.Menurut Zimmerer (1996) untuk mengembangkan keterampilan, seseorang menggunakan otak sebelah kiri. Sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan, ciri-cirinya:a)Selalu bertanya, “ Apakah ada cara yang baik? “. b)Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan kebiasaan rutin.c)Berefleksi/ merenung, berfikir dalam.d)Berani bermain mental, mencoba melihat masalah dari perpektif yang berbeda.e)Menyadari kemungkinana benyak jawaban dari pada satu jawaban yang benar.f)Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapai sukses.g)Mengkorelasikan ide-ide yang masih samara terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovasi.h)Memiliki kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahandari perfektif yang lebih luas kemudian memfokuskannya pada kebutuahan untuk  berubah.InovasiInovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalamsituasi yang baru. Konsep kebaruan ini berbeda bagi kebanyakan orang karena sifat nya relative(apa yang dianggap baru oleh seseorang atau pada suatu konteks dapat menjadi sesuatu yangmeruapakan lama bagi orang lain dalam konteks lain).Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambahatau menciptakan nilai-nilai manfaat(social/ekonomik) (Gde Raka,2001). Untuk menghasilkan perilaku inofatif seseorang harus melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapatdikelola (John Adair,1996).
 Krativitas dan inovasiInovasi dan kerativitas berbeda wilayah domain yang sama,teapi memiliki batasan yang tegas.Kreatifitas merupakan langkah pertama menuju inovasi yang terdiri atas berbagai tahap.Kreatifitas berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.Istilah
Entrepreneurship sebenarnya berasal dari kata entrepreneur, yang dapat diterjemahkanmenjadi kewirausahaan. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif .
yang dijadikan dasar, sumber daya tenaga penggerak tujuan, siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.WirausahaWirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilaikesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkanuntuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.KewirausahaanKewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauandalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.PROSES KREATIF
1.PersiapanLangkah ini mencangkup mempersiapkan akal untuk siap berfikir kreatif, Pelatihanformal, pelatihan saat kerja, pengalaman bekerja dan mengambil peluang belajar lainnya.Pelatihan ini memberikan dasar cara membangun kreatifitas dan inovasi.
2.InvestigasiDi langkah ini diharapkan mengembangkan pemahaman kuat atas masalah, situasi ataukeputusan yang ada.
3.TransformasiBerarti harus memandang persamaan dan perbedaan yang ada pada informasi yangdikumpulkan.
4.InkubasiAlam bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksi informasi yang dikumpulkan.
Read More >>

DIMENSI ORGANISASI


DIMENSI ORGANISASI

Dimensi Struktural: menggambarkan karakteristik internal organisasi
Formalisasi          : tingkat penggunaan dokumen tertulis dalam organisasi yang sebenarnya menggambarkan corak dari perilaku dan kegiatan organisasi.
·         Spesialisasi: derajat pembagian kerja/tugas dalam organisasi.
·         Standardisasi: derajat kesamaan cara (prosedur) dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi.
·         Sentralisasi: corak pembagian menurut tingkatan (hirarkhi) dalam organisasi, diperlihatkan oleh jenis keputusan yang boleh ditetapkan pada setiap tingkatan.
·         Hierarkhi Otoritas: pola pembagian kekuasaan serta rentang kendali.
·         Kompleksitas: banyak kegiatan (sub sistem) dalam organisasi.
·         Vertikal: jumlah tingkatan yang ada pada organisasi.
·         Horizontal: pembagian kegiatan secara horizontal menjadi bagianbagian yang secara vertikal berada pada tingkatan yang sama.
·         Profesionalisme: tingkat pendidikan formal maupun tidak formal yang secara rata-rata dimiliki oleh anggota organisasi.
·         Konfigurasi: bentuk pembagian anggota organisasi pada bagian-bagian baik secara vertikal maupun secara horizontal.
·         Dimensi Kontekstual: karakteristik keseluruhan organisasi dalam lingkungannya.
·         Ukuran Organisasi: besarnya organisasi, seringkali dinyatakan dengan jumlah anggota organisasi.
·         Teknologi Organisasi: jenis dari tingkatan teknologi yang digunakan pada sistem produksi suatu organisasi.
Lingkungan: keadaan semua elemen lingkungan yangterdapat di luar batasbatas organisasi terutama yang berpengaruh kuat terhadap organisasi Yeremias T. Keban dalam bukunya ”Enam Dimensi Stategis Administrasi Publik ” (2004) merangkum ruang lingkup tersebut dalam dimensi-dimensi strategis ilmu administrasi publik yang menjadi kompetensi strategis seorang administrator publik yaitu :
1) Dimensi Kebijakan.
2) Dimensi Organisasi.
3) Dimensi Manajemen.
 4) Dimensi moral dan etika.
5) Dimensi Lingkungan.
6) Dimensi akuntabilitas kinerja.
Menurutnya enam dimensi itu saling berhubungan antara satu dimensi dengan dimensi lainnya.
Read More >>

PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU


PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU
Pengambilan keputusan individu adalah pengambilan keputusan dilakukan oleh perorangan dan biasanya diambil oleh pimpinan/manajer perorangan sesuai dengan wewenangnya.
Pengambilan keputusan individu dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :
 Tipe kepribadian (tempramen)
       Banyak studi menunjukkan bahwa ada hubung an kuat antara pengambilan keputusan dan kepribadian.
·         Tipe kepribadian mempengaruhi orientasi umum kearah pencapaian tujuan, pemilihan  alternatif, tindakan terhadap resiko, dan reaksi di bawah tekanan.
·         Tipe kepribadian mempengaruhi kemampuan para pengambil keputusan untuk  memproses sejumlah besar informasi, tekanan waktu, dan ketahanan diri.
·         Tipe kepribadian mempengaruhi aturan  dan pola komunikasi dari seorang pengambil keputusan.


Read More >>

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi


Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain.
Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu:
Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan.
Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan. Akan tetapi, pengambilan keputusan ini sulit diukur kebenarannya karena kesulitan mencari pembandingnya dengan kata lain hal ini diakibatkan pengambilan keputusan intuitif hanya diambil oleh satu pihak saja sehingga hal-hal yang lain sering diabaikan.
Pengambilan Keputusan Rasional
Keputusan yang bersifat rasional  berkaitan dengan daya guna. Masalah–masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang di akui saat itu.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya pengambilan keputusan didukung oleh sejumlah fakta yang memadai. Sebenarnya istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Sering kali terjadi bahwa sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini sebelumnya pernah terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya ditelusuri melalui arsip-arsip penhambilan keputusan yang berupa dokumentasi pengalaman-pengalaman masa lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya, maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut sama atau tidak dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih sama kemudian dapat menerapkan cara yang sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.
Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
Banyak sekali keputusan yang diambil karena wewenang (authority) yang dimiliki. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.
Keputusan yang berdasarkan wewenang memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain : banyak diterimanya oleh bawahan, memiliki otentisitas (otentik), dan juga karena didasari wewenang yang resmi maka akan lebih permanent sifatnya.
Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik dictatorial. Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.
Read More >>

KEPUTUSAN KELOMPOK


KEPUTUSAN KELOMPOK
Kelompok dalam perspektif interaksional dikemukakan Marvin Shaw sebagai dua orang atau lebih yang berinteraksi satu sama lain dengan cara tertentu, di mana masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pihak lainnya. Suatu kelompok (kecil) adalah kelompok yangterdiri dari dua puluh orang atau kurang, walaupun dalam beberapa hal kita lebih berkepentingan dengan kelompok yang terdiri dari lima orang atau kurang.
Batasan yang diuraikan Shaw melibatkan tindak komunikasi sebagai karakteristik yang esensial dari kelompok. Masih menurut Shaw, kelompok yang baik adalah kelompok yang dapat bertahan untuk suatu periode waktu yang relative panjang, memiliki tujuan, dan memiliki struktur interaksi.
Pengantar singkat ini dimaksudkan untuk memberi gambaran kepada kita, bahwa kelompok merupakan bagian yang sangat penting dari aktivitas suatu masyarakat. Clovis Sheperd menjelaskan, bahwa kelompok merupakan suatu mekanisme mendasar dari sosialisasi dan sumber utama dar i tatanan sosial. Orang mendapatkan nilai dan sikap mereka, sebagian besar dari kelompok di mana mereka berada. Karenanya, kelompok (kecil) memberikan suatu fungsi perantara yang penting antara individu dengan masyarakat luas.
Kelompok sekumpulan orang yang :
1. (saling) berinteraksi satu dengan yang lainnya
2. secara psikologis saling bertanggung jawab padasesama anggota kelompok
3. mempersepsikan diri mereka sebagai suatu

Sifat Kelompok
1.         Kelompok Formal :dibentuk oleh organisasi terstruktur terdapat penugasan kerja perilaku seseorang ditentukan mengikuti aturan organisasi
2.         Kelompok Informal :struktur perserikatan tidak formal dan tidak ditentukan oleh organisasi terbentuk secara alamiah dalam lingkungan kerja muncul sebagai respon terhadap kebutuhan untuk melakukan hubungan social




Kondisi-Kondisi Pembentukan Kelompok
Orang cenderung untuk membentuk kelompok pada tingkat horizontal maupun vertical. Kelompok ini terpisah dan berlainan dengan organisasi formal. Alasan para karyawanmemasuki kelompok adalah disebabkan lokasi komuniksi yang meningkat atau interaksi terjadi bila para anggota bekerja bersama-sama secara dekat. Orang memasuki kelompok tertentu adalah mempunyai minat atau pekerjaanyang sama terjadinya kelompok juga disebabkan dalam memecahkan masalah yang khusus atau rumit.

Pengambilan Keputusan Oleh Kelompok
Dalam usaha-usaha besar yang menghadapi masalah-masalah rumit, keputusan-keputusan itu muncul sebagai akibat dari serangkaian pertemuan-pertemuan dimana para eksekutif mendekati masalah-masalah tersebut secara bersama-sama. Pertemuan kelompok ini dapat dinamakan konferensi, komite, dewan pengurus, satuan-satuan tugas, atau pertemuan staf saja.

Suatu komite dapat didefinisikan sebagai setiap kelompok yang saling mempengaruhi berkenaan dengan suatu usul umum yang didelegasikan dengan otoritas formal oleh seorang eksekutif yang ditunjuk . beberapa selisih pendapat antar manajer mengenai penggunaan komite-komite itu adalah akibat suatu kegagalan pembedaan antara usul-usul yang menjadi dasar pembentukan komite.

Pada saat kebutuhan besar untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan kelompok dalam dalam semua tipe organisasi , prinsip tersebut tersebut memberikan suatu titik pandang yang pasti, yang mungkin sangat bermanfaat dalam merealisasikan pemikiran tentang kelompok pengambil keputusan.

Terdapat keuntungan-keuntungan dalam pengambilan keputusan oleh kelompok adalah sebagai berikut :
1.         Suatu keputusan dapat didekati dari berbagai titik pandang oleh para spesialis dalam suatu kelompok.
2.         Koordinasi aktivitas departemen-departemen yang terpisah dapat dicapai melalui interaksi timbale balik dalam pertemuan
3.         Motivasi setiap anggota untuk melaksanakan suatu keputusan dapat ditingkatkan karena merasa berpartisipasi
4.         Kelompok menyediakan suatu sarana dimana para eksekutif dapat dilatih teknik pengambilan keputusan
5.         Kelompok mengizinkan adanya suatu refresntatif dari kelompok-kelompok penting yang berlainan
6.         Diskusi kelompok merupakan salah satu metode berfikir kreatif.

Dasar kelompok untuk membuat keputusan semakin lama mungkin banyak diterima secara luas. Melalui pembuatan keputusan kelompok maka mereka yang akan terpengaruh oleh sebuah keputusan, diberikan peluang untuk ikut serta dalam perumusannya. Sudah diakui, keputusan-keputusan yang dibuat kelompok adalah sering kali lebih baik dari pada keputusan-keputusan dari rata-rata anggota kelompok.

Terdapat dua alas an mengapa pengambilan keputusan secara kelompok:
1.         Jumlah seluruh pengetahuan kelompok itu adalah lebih besar
2.         Kelompok itu mempunyai gagasan alternatif-alternatif yang lebih luas dalam proses keputusan

Dalam pengambilan keputusan tercakup kemahiran menyeleksi dan menentukan keputusan yang paling tepat dari sekian banyak alternative jawaban / pemecahan masalah. Selanjutnya karena dibebani oleh tanggung jawab etis, mana merupakan tugas yang cukup berat untuk memastikan satu keputusan ditengah situasi yang tidak menentu, yang belum dikenal sebelumnya atau yang saring muncul dengan mendadak.

Kelebihan Dan Kelemahan Pembuatan Keputusan Kelompok Robbins, Stees
KELEBIHAN :
1.         Breadth of Information : kelompok dapat mengumpulkan lebih banyak pengetahuan dan fakta
2.         Diversity of Information : kelompok mempunyai perspektif yang lebih luas dan memikirkan lebih banyak solusi alternative
3.         Acceptance of Solution : individu yang berpartisipasi dalam pembuatan keputusan tersebut dan lebih cenderung untuk mendukung keputusan
4.         Legitimacy of Process : proses pembuatan keputusan kelompok berperan sebagai fungsi komunikasi yang penting, juga sebagai fungsi politis yang berguna

KELEMAHAN :
1.         Time consuming : kelompok bekerja lebih lamban daripada individu
2.         Conformity : kepuasan kelompok melibatkan banyak kompromi yang dapat membuat keputusan menjadi kurang optimal
3.         Domination of Discussion : sering kelompok didominasi oleh satu orang atau clique kecil, yang menghilangkan banyak sisi posisif dari proses kelompok
4.         Ambiguous Responsibility : terlalu mengantungkan diri pada keputusan kelompok dapat menghambat kemampuan

H. A. Simon dalam bukunya administrative behaviour (1947), mengemukakan tiga proses dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1.         Inte Ligence activity, yaitu proses penelitian situasi dan kondisi dengan wawasan yang intelligent.
2.         Design activity, yaitu proses menemukan masalah, mengambangkan pemahaman dan menganalisis kemungkinan pemecahan masalah serta tindakkan lebih lanjut, jadi ada perencanaan pola kegiatan.
3.         Choice activity, yaitu memilih salah satu tindakan dari sekian banyak alternative /lemungkinan pemecahan
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam kelompok adalah dengan melihat bagaimana suatu kelompok menggunakan metode-metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika kelompok tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Pendapat Ahli
Kadang-kadang seorang anggota kelompok oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota kelompok yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota kelompok lainnya.
Kewenangan Setelah Diskusi
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota kelompok dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota kelompok sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
d. Kesepakatan
Kesepakatan atau konsensusakan terjadi kalau semua anggota dari suatu kelompok mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota kelompok akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut. Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.
Read More >>

Kelebihan Dan Kelemahan Pengambilan Keputusan Secara Individu Dan Kelompok


Kelebihan Dan Kelemahan Pengambilan Keputusan Secara Individu Dan Kelompok
Media, Teknologi, dan Pembelajaran kelemahan, maka muncul perspektif yang ingin memperbaiki atau menyempurnakan perspektif terdahulu yaitu perspektif kognitif. Kekuatan utama pada paham ini memposisikan pikiran sebagai unsur utama yang menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan belajar yang diikuti oleh seorang individu. Alat yang kita kenal dengan istilah mental dan pikiran menjadi sarana utama bagi individu untuk melakukan adaptasi dengan lingkungan alam dan sosialnya. Piaget menggolongkan proses mental individu dalam merespon ... kelompok belajar di dalam kelas-belajar mandiri, kelompok kecil, atau satu kelas secara menyeluruh? Apakah susunan kekuasaan-seberapa jauh siswa dapat mengkontrol aktivitasnya sendiri? Dan apakah struktur penghargaan-adalah kerja sama dibandingkan membantu peningkatan kompetisi? Robert Slavin sudah mengambil posisi sebagai peneliti mengatakan bahwa cooperative learning lebih efektif dan lebih menguntungkan sosial dari pada pembelajaran kompetitif dan pembelajaran individualistik.
 Approaches ...
Dalam sejarah, media dan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan. Contohnya, komputer dan internet telah mempengaruhi proses pembelajaran sampai saat ini. Aturan-aturan dari pendidik dan pebelajar telah berubah karena dipengaruhi media dan teknologi yang digunakan di dalam kelas.Perubahan ini sangat esensial, karena sebagai penuntun dalam proses pembelajaran, pendidik (guru) berhak menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa.LEARNINGBelajar adalah proses pengembangan pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, atau pengembangan tingkah laku sebagai interaksi individu, menyangkut fasilitas-fasilitas fisik, psikologis, metode pembelajaran, media, dan teknologi.
Belajar adalah proses yang dilakukan sepanjang waktu oleh individu manapun.Dengan demikian, belajar adalah proses yang melibatkan proses seleksi, pengaturan, dan penyampaian pesan yang pantas kepada lingkungan dan bagaimana cara pebelajar berinteraksi dengan informasi tersebut. Dengan demikian hal ini melihat beberapa pandangan-pandangan psikologis dan pandangan-pandangan filusuf. Pembahasan kali ini juga akan menggambarkan berbagai aturan dari media dalam belajar dan menampilkan metode-metode yang berbeda, seperti presentasi-presentasi, demonstrasi-demonstrasi, dan diskusi-diskusi akan teknologi yang berhubungan dengan belajar.1. Psychological Perspective on LearningBagaimana instruktur menampilkan peran dari media dan teknologi di dalam kelas, ini tergantung akan seberapa jauh mereka memahami akan bagaimana masyarakat telah belajar mengunakannya. Dibawah ini ada beberapa perspektif yang berkaitan dengan psychological perspectives on learningBehaviorist PerspectivePada pertengahan 1950an, fokus ...

Pengertian Pengukuran, Penilaian, Pengujian, Evaluasi, dan Asesmen
keputusan terhadap sesuatu berdasarkan membandingkan hasil pengukuran dengan suatu kriteria tertentu (ukuran baik buruk). Putusan itu sesuai atau tidak sesuai dengan kriteria itu. Sedangkan kegiatan mengevaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai itu. Jadi kegiatan pengukuran, penilaian, dan evaluasi itu bersifat hierarkhis, artinya dilakukan secara berurutan: dimulai dengan pengukuran, dilanjutkan dengan penilaian, dan diakhiri dengan mengevaluasi. Pengukuran menurut Guilford ( 1982) ... kelompok. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti untuk menunjukkan pencapain belajar peserta didik. Penilaian menurut Griffin & Nix (1991) suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu. Di sini penilaian berhubungan dengan setiap bagian dari proses pendidikan, bukan hanya keberhasilan belajar saja, tetapi mencakup semua proses mengajar dan belajar. Oleh karena itu kegiatan penilaian tidak terbatas pada karakteristik peserta didik, te ...
Pengukuran adalah kegiatan mengukur. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran.
Misalnya mengukur panjang meja dengan satuan panjang yaitu meter, atau mengukur berat badan dengan satuan berat yaitu kilogram. Hasil pengukuran bersifat kuantitatif.Penilaian adalah kegiatan menilai.
Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu berdasarkan membandingkan hasil pengukuran dengan suatu kriteria tertentu (ukuran baik buruk). Putusan itu sesuai atau tidak sesuai dengan kriteria itu.Sedangkan kegiatan mengevaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai itu. Jadi kegiatan pengukuran, penilaian, dan evaluasi itu bersifat hierarkhis, artinya dilakukan secara berurutan dimulai dengan pengukuran, dilanjutkan dengan penilaian, dan diakhiri dengan mengevaluasi.Pengukuran menurut Guilford ( 1982) adalah proses penetapan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. Pengukuran pendidikan berbasis kompetensi dasar berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan peserta didik dengan menggunakan suatu standar. Pengukauran dapat menggunakan tes dan nontes. Tes adalah seperangkat prtanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah, atau suatu pernyataanpermintaan untuk melakukan sesuatu. Nontes berisi pertanyaan atau pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Instrumen nontes bisa berbentuk kuesioner atau inventori. Kuesioner berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan, peserta didik diminta menjawab atau memberikan pendapat terhadap pernyataan. Inventori merupakan instrumen yang berisi tentang laporan diri yaitu keadaan peserta didik, misalnya potensi peserta didik....

Read More >>

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.       POSISI/KEDUDUKAN
Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut.
Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.
2.        Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.
Masalah dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu  :
a.       Masalah terstruktur (well structured problems), yaitu masalah yang logis, dikenal dan mudah diidentifikasi.
b.      Masalah tidak terstruktur (ill structured problems), yaitu masalah yang masih baru, tidak biasa, dan informasinya tidak lengkap.

Dapat pula dibagi sebagai berikut             :
a.       Masalah rutin, yaitu masalah yang sifatnya sudah tetap, selalu dijumpai dalam hidup sehari-hari.
b.      Masalah insidentil, yaitu masalah yang sifatnya tidak tetap, tidak selalu dijumpai dalam hidup sehari-hari.

3.       Situasi
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut.
·         Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
·         Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.

4.       Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.

5.       Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.


Pendapatan Lain

Keadaan interen organisasi         :
·         Keadaan intern organisasi bersangkut paut dengan apa yang ada di dalam organisasi tersebut.
·         Keadaan intern organisasi antara lain meliputi dana yang tersedia, keadaan sumber daya manusia, kemampuan karyawan, kelengkapan dari peralatan organisasi, struktur organisasi.

Keadaan ekstern organisasi         :
·         Keadaan ekstern organisasi bersangkut paint dengan apa yang ada di luar organisasi tersebut. Keadaan ekstern organisasi antara lain meliputi keadaan ekonoriki, sosial, politik, hukum, budaya, dan sebagainya.
·         Keputusan yang diambil harus memperhatikan situasi ekonomi, jika keputusan tersebut ada sangkut pautnya dengan ekonomi.
·         Keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan norma-norma, undang-undang, hukum yang berlaku dan peraturan-peraturan.
Tersedianya informasi yang diperlukan  :
·         Dalam pengambilan keputusan, informasi yang diperJukan haruslah lengkap dan memiliki sifat-sifat tertentu, sehingga keputusan yang dihasilkan dapatlah berkualitas dan baik.



Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan           :
·         Kepribadian dan kecakapan dari pengambil keputusan meliputi: penilaiannya, kebutuhannya, intelegensinya, keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya.
·         Nilai-nilai kepribadian dan kecakapan ini turut juga mewarnai tepat­ tidaknya keputusan yang diambil.
·         Jika pengambil keputusan memiliki kepribadian dan kecakapan yang kurang, maka keputusan yang diambil juga akan kurang, demikian pula sebaliknya.







Read More >>